Heru menjalani aktifitas sebagaimana mestinya. Dia sama sekali tidak memperdulikan tentang kematian Hera. Hari ini kampus Heru menjumpai sosok perempuan yang dia temui tempo hari di makam adiknya. Ya wanita berjilbab itu ada.di kampus ini. Heru memalingkan wajahnya padahal wanita itu hendak menyapa Heru dengan senyuman.
Heru kembali melangkahkan kakinya lalu berhenti di kantin. Dipesannya satu mangkuk mie rebus dan segelas teh manis. Tiba-tiba seorang gadis manis menghampiri Heru yang sedang duduk sendirian.
"Dengar-dengar adikmu meninggal dunia. benarkah?"
"Ada urusan dengan kamu?"
"Oh tidak. saya hanya bertanya saja. kenalkan namaku Widia."
"Heru."
Heru menjawab dengan kata seadanya.
