https://www.blogger.com/rearrange?blogID=4930737963252201463§ionId=crosscol&action=editWidget&widgetType=HTML&referrer=directorySuper Kawaii Cute Cat Kaoani
Super Kawaii Cute Cat Kaoani

Senin, 04 Agustus 2014

Bahagia Punya Ibu :)

Hidup. Apa yang dicari dalam hidup? Ketenangan, kedamaian serta kebahagiaan.
Sebentar, sore ini aku menengok ke suatu sisi kehidupan nyata, dimana dari sana aku dapat mengucap beribu syukur kepada Allah SWT.
Seorang bayi perempuan mungil lahir di dunia ini. Dan wajah yang pertama kali menatap kehadirannya adalah ibunya tersayang. Kau tahu ibu? Seorang perempuan mulia yang telah rela mengorbankan setengah hidupnya untuk memberi kesempatan kepada kita menyentuh indahnya dunia yang semu.
                Aku, hampr 20 tahun hidup berdampingan dengan seorang yang kusebut ibu. Tapi anak itu hanya 3 bulan saja. Mungkin ia jauh lebih beruntung dari mereka yang sama sekali tidak pernah menemui ibunya.
                Perempuan kecil itu tumbuh dan besar di dalam keluarga yang berkecukupan. Dengan uang yang banyak, deposito, sawah, rumah mewah, bangunan, dan asset lainnya. Tapi apakah cukup dengan itu semua? Sementara harta terbesar dalam hidupnya mati sia sia dibunuh orang yang tidak bertanggung jawab. Dia masih kecil, hanya separuh yang ia mengerti, tawanya lepas, namun tangisnya juga bebas. Aku hamper menangis melihat sosok perempuan kecil itu. Hidup diantara harta namun orang tuanya tidak berada di sisinya. Ya, semenjak sepeninggalan ibunya, ayahnya menghilang entah kemana. Melupakan buah hati yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari seorang pengganti ibu.
                Ya Allah, berapa banyak yang harus kusyukuri dalam hidupku ini. Memiliki ibu yang setia hidup berdampingan hingga selama ini sudah cukup menjadi harta yang terindah.
                Kini, hidup perempuan kecil itu terancam. Seseorang yang tidak berakal selalu menyiksanya. Bukan, dia bukan ayahnya,  namun dia adalah bagian dari keluarganya yang lain. Wajahnya lugu, kulihat saat ia terpejam dengan tenang dalam tidurnya. Kau akan tumbuh besar, beberapa tahun lagi mungkin akan muncul perasaan iri atau perasaan ketidakadilan yang kau tujukan pada takdir.
                Semoga keluargamu selalu mengasihimu, mencukupi hidupmu dengan kasih sayang, melengkapi hidupmu dengan ketenangan dan mendampingi hidupmu dengan kebahagiaan.



Serang, Sore Tiga Agustus 2014 16:00 WIB 

PAKSA ?

Tau bagaimana rasanya belum lapar tapi dipaksa untuk makan? Pernah merasakan belum merasa kantuk tapi dipaksa tidur? Atau pernah merasakan bagaimana rasanya tak ingin tapi dipaksa untuk ingin? Tau bagaimana efek sampingnya? Belum lapar dipaksa makan akan berujung rasa tidak enak pada mulut dan perut, belum mengantuk dipaksa tidur akan berujung pada kepala yang pusing.

Perumpamaan tersebut mungkin dapat dianalogikan kepada belum suka kepada seseorang namun dipaksa untuk menyukai bahkan menyayangi. Semua itu hanya berujung pada kesakitan di sini, di hati. Bukankah hal yang lebih alamiah terjadi akan lebih baik daripada hal-hal yang terjadi dengan paksaan. Segala hal memang butuh waktu untuk merasakan sesuatu. Mungkin beberapa orang mampu memaksa diri dan menjadikan dirinya senyaman mungkin dengan paksaan itu, tapi tidak sedikit juga yang enggan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi terpaksa.

Pernah mendengar deretan kata seperti ini ? DIPAKSA, TERPAKSA, TERBIASA. Lalu apakah tiga kata tersebut dapat diterima? Sedangkan yang kita ketahui bahwa melaksanakan sesuatu dari hati itu akan lebih baik dari pada paksaan.

Mungkin, kita tidak akan pernah bisa mengatakan itu benar atau salah. Semua tergantung pada aspek apa yang dilihat. Kehidupan itu luas, banyak sisi kehidupan yang tak sama, berbeda. Jika dalam paksaan tersebut berdasar kepada perilaku kebaikan, mungkin 3 deret kata tersebut dapat dibenarkan, namun jika permasalahan hati, permasalahan perasaan. Sekeras apapun memaksa diri, sekuat apapun memaksa hati untuk menyukai bahkan menyayangi seseorang, jika hati tersebut masih tertambat di hati yang lain, bukankah itu hanya akan menyakitkan? Menyakitkan semua pihak yang terlibat, baik pihak yang mengetahui maupun pihak yang tidak mengetahui.

Lantas, masihkah masa lalu itu akan menggoreskan kenangan indah untuk SAAT INI? Sedangkan hidup harus selalu maju ke depan, sedangkan hidup harus mempertimbangkan masa depan. Tidak pernah ada larangan tertulis bagaimana peristiwa “GAGAL MOVE ON”, bagaimana larangan korban tersebut untuk menatap ke belakang. Sekali lagi, ini masalah hati. Masalah perasaan yang begitu rumit.

Tapi, jika berusaha MEMAKSA hati melupakan, yakin, atau tidak, semua memang akan TERLUPAKAN. Terlebih ketika kita sadari bahwa mengingatnya, bahwa memaksanya hadir lagi, akan jauh lebih sakit dari memaksa diri untuk menyukai yang baru.
Yang baru memang belum tentu lebih baik, tapi setidaknya itu akan lebih baik dari “BERJALAN DI TEMPAT.” Maka berbahagialah kalian yang telah menemukan dan mampu mempertahankan, serta menjadikan masa lalumu sebagai masa depanmu dan diantara kedua masa tersebut tidak pernah ada kata perpisahan.


Malam, Satu Agustus 2014 

Sabtu, 19 Juli 2014

TUHAN, MAAF...

Cinta, hati, perasaan, logika, bahkan ilusi. 

Tuhan, maaf, bolehkah kukatakan tentang ketidakadilan yang kuterima? Tuhan, maaf, bolehkah aku memprotes takdirMu ini. 

Kehidupan yang kujalani memang bukan hal yang sepatutnya aku tuntut kesempurnaannya. Nafas yang kurasakan memang bukan hal yang sepantasnya aku dustai. Dengan segala kesadaran, aku tahu, Tuhan, adil. Maha Penyayang, Maha Pengasih serta Maha Cinta. Pemilik cinta yang abadi, pemilik cinta yang Suci serta pemilik cinta yang tulus. 

Tuhan, maaf, bolehkah aku memprotes mengapa Engkau membiarkanku menyiakan orang yang pernah menginginkan hamba. Tuhan,  bolehkah aku mempertanyakan mengapa engkau menghadirkan orang yang tak kuingini. Mengapa kau biarkan dia yang kumau lari, dan dia yang tak kumau mendekat. Tuhan, apa bisa aku menjaga perasaanku sementara akupun membutuhkan penjagaan atas hati ini. Tuhan, apa bisa aku menghargai perasaan orang lain sementara perasaanku sendiri juga membutuhkan penghargaan.

Tuhan, mengapa Engkau mendinginkan hatinya. Mengapa Engkau menjauhkannya dariku. Tuhan, maaf, aku ingin seperasaan, aku ingin sehati dengannya.

Tuhan, Engkau yang berkuasa membolak balikkan hati manusia. Tunjukkan kepadaku jalan yang benar baik untukku. Tuhan, dekatkan aku dengan jodoh yang telah Engkau ridhoi, Tuhan, dekatkan aku dengan orang yang senantiasa mendekatkan diri kepadaMu. 

Tuhan, maaf, banyak yang aku lalaikan. Tuhan, maaf, banyak yang aku inginkan. Tuhan, maaf. 

Rabu, 18 Juni 2014

Menanti Hati

Rindu rasanya 2 bulan tidak menyempatkan diri untuk duduk manis dengan jari jemari yang menari nari di atas papan keyboard kasar. Yap kali ini aku sempatkan menulis dengan perantara keyboard mungil dan sensitiv. Sentuh dan selesai.

2 bulan memilih off dari kegiatan paling rileks (menurutku). 2 bulan terfokus dengan kegiatan memutar otak. Lelah bosan bahkan penat. Tapi kali ini ada yang ingin aku katakan pagi ini.

Aku tak pernah menginginkan untuk sendiri serta larut dalam kesendirian yang mungkin lama kelamaan akan membuat hidupku semakin keabuan. Sungguh aku tidak mengerti akan rencana Tuhan. Aku merasakan kekosongan yang amat sangat. Aku merasakan rindu yang tak pernah ada lagi. Aku rindu senyum senyum sendiri mengingat seseorang. Aku rindu menuliskan kata indah untuk seseorang. Dan kini semuanya kosong. Hmmm entahlah aku benar benar tidak mengerti.

Tapi apakah hidup berhenti sampai di sini? Tidak tidak. Mungkin aku hanya larut dalam aliran tak berujung dan mungkin aku hanya larut dalam aliran yang kubuat sendiri. Fighting semua ada waktunya. Semua ada saatnya. Saat yang indah.  Tersenyun lebih baik. :)

Senin, 07 April 2014

MAKNA SENYUMAN YANG RUMIT

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah senyuman mampu menerjemahkan berbagai macam rasa serta alasan mengapa harus ada senyum yang tergurat di sana. Tidak mampu menerjemahkan dalam satu arti karena terlalu banyak arti yang mungkin ada di sana. Bahkan terkadang hati kecil yang terletak di paling dalam dan di dalam kondisi tergelap sekalipun, tak mampu menarik kesimpulan SATU MAKNA tentang arti senyuman itu.

Menurutku senyuman itu mampu membuat hati tak kuasa bergetar, membuat racun seketika menjalar ke seluruh saraf dan sampailah ke otak dan otak menerjemahkan hal yang tak terduga bahkan hal yang sebenarnya tidak mungkin terjadi. namun saat otak dan hati berusaha berkompromi membicarakan satu hal tersebut, hanya perihal senyuman, otak dan hati mengalami ketidaksepahaman. iya, ketika hati dan otak menerjemahkan 2 hal yang saling bertolak belakang. kemudian terjadilah percakapan sengit antara hati dan otak.

otak : Lo mikir gitu? padahal yang bisa mikir cuma gue.. cuma otak yang bisa.

hati : mungkin aku emang bukan tempat untuk mikir, tapi aku tempat yang paling sensitif

otak : lo pikir gue enggak sensitif? Lo pikir saat manusia keinjek paku siapa yang berperan buat bilang kalau itu "SAKIT" itu kerjaan gue, kerjaan otak. otak yang kasih perintah sana sini.

hati : terus, saat manusia merasakan cinta yang tidak dapat dinalar olehmu, aku yang berperan disana.

otak : ya, memang gue enggak berperan disana, tapi apa lo engga tau bahwa manusia membutuhkan gue buat kontrol dan koordinasinya. bukan lo..

hati : kamu mengontrol hal-hal yang kasar, sedangkan aku mengontrol hal-hal yang lembut dan hal-hal yang tak akan mampu kamu sentuh.

otak : terus gini deh, lo engga bisa mikir kan? lo cuma bisa ngerasain, dan rasa itu terkadang salah juga

hati : terus menurut kamu, pikiran dan pemikiran enggak pernah salah? kamu juga kadang salah...

otak : ya ya memang kadang salah tapi kamu tempat dimana manusia berprasangka buruk

hati ; dan kamu adalah tempat dimana bersarang pikiran negatif, apa itu tidak sama?

otak : *diam*


Inilah yang menyebabkan keraguan. kala hati dan otak tidak dalam satu jalan. iya, keraguan. padahal yang kita bahas saat ini hanya sederhana, hanya senyuman. namun perdebatan yang terjadi membuat keduanya harus merenungi kekurangan dan kelebihan masing-masing. makna dalam senyuman itu harus diterjemahkan lewat hati dan otak.. keduanya harus sejalan agar tidak akan ada yang buta saat senyuman itu ternyata palsu :)

Rabu, 29 Januari 2014

PROPOSALNYA DITERIMA LAGI SAMA DIKTI :)

kaget. terkejut. takjub. ya semua perasaan enggak percaya pun jadi nyampur pokoknya. tanggal 28 Januari 2014 kemarin, pas sore sekitar jam lima hampir jam enem, kak satrio ngirim pesan di fb, dan kasih ucapan selamat ya pkm nya lolos tuh, semangat ya ke pimnas...

what? apa? proposalnya diterima lagi sama dikti??? sedikit enggak percaya juga sih, apalagi itu proposal dikerjain udah mepet banget sama deadline....

yaaa awalnya gue emang enggak ada niatan buat ikut pkm tahun ini, dg alasan sih enggak ada ide.. terus ceritanya ada kaka tingkat ngajakin bikin proposal, tapi ternyata si kaka itu malah ngajakin 4 orang temen sekelas saya.. saya sempet panas tuh, ditambah lagi temen sekelas ada yang udah bimbingan sama dosen pendamping buat nyelesain proposal penelitiannya, Lah gue? ide pun belum adaaa.. dan pada akhirnya gue bikin itu proposal dengan perasaan tak menentuuu pokoknya... 

menjelang hari terakhir peng-upload-an, gue nanya ke temen-temen gue yang mau bikin proposal, ternyata mereka enggak jadi ngirim.. jadinya malah gue yang ngirim proposalnya ke dikti... dan Allah kasih kesempatan lagi untuk meloloskan proposal saya setelah tahun 2013 proposal saya pun didanai hanya saja tidak sampai diundang ke ajang paling bergengsi buat mahasiswa "PIMNAS : PEKAN ILMIAH MAHASISWA NASIONAL" 
huuffttt seneng banget.. terharu gimanaaaa gituuuu..... berarti nanti kudu jalanin kegiatannya lagi, bikin laporan perkembangannya, monitoring evaluasi, bikin laporan akhir... haha semoga semua berjalan dengan sangat lancar... dan untuk semester 4, gue harus naklukin semua mata kuliahnya... harus inget sama target IP yang harus dikejar.... yap, nikmatin semua itu sebagai mahasiswa.. kalau udah enggak jadi mahasiswa enggak mungkin bisa ikutan gitu.. pengalaman yang berharga pokoknya.... dan satu hal yang masih gue inget banget gimana gugupnya gue waktu presentasi monev di UNJ bareng kedua temen kelompok gue.. buset itu yang liatin mahasiswa untirta dengan semester yg lebih atas, udh gitu ada mahasiswa dari univ muhammadiyah jakarta pula.. drop. tapi akhirnya gue bisa lewatin semua itu dengan baik meski enggak sempurna... hihihi

haha gue banyak sih dikasih masukan sama orang-orang yang lebih berpengalaman, niatnya sih hari ini gue mau bikin skema/ gambaran kegiatannya... eh pas buka laptop malah tergoda sama blog, tergoda sama event nulis FF, tergoda sama draft novel yang belum rampung... ujung-ujungnya mending tutup laptop wkwkwk 

Rabu, 01 Januari 2014

catatan akhir tahun (tapi isinya tidak sebagus judulnya hahaha)


sebenernya ini bukan catetan penting. bukan juga tulisan dari seorang penulis hebat. ini cuma rangkaian kata-kata bahkan bisa dibilang tanpa tujuan yang jelas bahkan pokok pembicaraannya pun tidak jelas. baik, tak perlu saya berpanjang lebar hanya untuk membuka catatan kecil ini. *menghela nafas*
beberapa jam lagi, tahun 2013 akan berganti tahun 2014. besok pagi pas bangun tidur dan liat hape, udah terpampang 01 01 14. yap meski besok udah tahun 2014, engga sedikit orang yang salah nulis tahun. entah nanti di buku catetan pelajaran pas masuk sekolah, atau nulis yang macem macem. haha pengalaman soalnya. tau kenapa? yaaa ini sih menurut terawangan saya aja *ceeess* haha
menurut saya itu ada pengaruh dari dalam diri dan alam bawah sadar. yap, bisa jadi kita belum siap maju ke tahun selanjutnya.. entah because or because of.. tapi yang jelas, kesiapan itu seharusnya selalu ada di dalam hati kecil, yap hati yang paling jujur tentang keinginan yang ingin dicapai tanpa pengaruh bisikan makhluk lain. hmm, setiap pergantian tahun kayak gini yang keliatan bejejer di pinggir jalanan itu banyak pedagang terompet sampe petasan. mereka antusias banget menyambut tahun baru yang dateng satu tahun sekali. (yaiyalah). hahaha oke so far, itu bukan masalah. karena setiap orang punya hak asasi untuk ngapain aja asal tidak menganggu hak asasi orang lain. 
oooh jadi kalau ada orang yang engga suka petasan, bisa dong protes ke orang yang mainan petasan. dg alasan mengganggu hak asasinya. sebaliknya, yang main petasan juga bakalan balik protes karena dia beranggapan bahwa itu juga hak asasinya. nah loh perang. oke silahkan silahkan berantem. eh jangan hahahaha 
buat anak muda seumuran saya, bisa dibilang selama 19 tahun ini saya belum pernah taun baruan. entah